Senin, 25 November 2019

Sungai Ayak Yang Indah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Sungai Ayak atau yang biasa di tulis dengan kata Sei Ayak adalah sebuah desa dimana menjadi ibukota kecamatan Belitang Hilir yang terletak di Daerah Aliran Sungai Kapuas. 
Saya sendiri Rocy Wahyudi adalah penduduk asli dari Sungai Ayak yang saat ini menjadi mahasiswa IAIN Pontianak karena menuntut ilmu. Mengapa saya mengatakan bahwa sungai ayak adalah Sepotong Surga yang berada di Jantung Kalimantan ? karena memang letaknya sudah berada hampir di tengah pulau Kalimantan dan Begitu banyak potensi yang bisa di kembangkan untuk daerah ini. 
Yang pertama terbesit di pikiran orang-orang pada umumnya ketika mendengan kata Kalimantan adalah Suku Dayaknya yang "dipandang" masih sangat primitif. Tapi melalui tulisan ini saya ingin membagi informasi kepada teman-teman semua. Suku Dayak tidak seprimitif yang di bayangkan, mereka sudah bersekolah dan banyak yang memiliki jabatan penting di Pemerintahan. Contohnya Gubernur Kalimantan Barat adalah Anak Dayak asli. Nah, ini adalah Surga pertama yang bisa di temukan di Sungai Ayak, beregamanan kebudayaan dan suku yang saat ini masih di jaga dengan baik. Tidak pernah ada kasus intoleransi walaupun masyarakat di Kecamatan Belitang Hilir ini terbagi dalam 3 kelompok besar yaitu Melayu, Tionghua dan Dayak.  
indahnya alam khas Kalimantan dengan aneka tumbuhan dan tanaman yang hanya ada di Kalimantan. Contoh adalah buah pekawai yang hanya ada di tanah Kalimantan, buah ini adalah sejenis durian akan tetapi memiliki wangi dan rasa yang berbeda dan dagingnya berwarna kuning. Apabila teman-teman berkesempatan berkunjung ke Kalimantan Barat cobalah buah ini.
Surga ketika yang bisa ditemukan adalah Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia ini merupakan salah satu habitat ikan air tawar terbesar di Indonesia. Untuk yang menyukai memancing pasti tidak akan melewatkan kesempatan untuk memancing di Sungai ini. Tidak hanya di sungai besarnya saja, masih banyak anak sungai yang memiliki "Moster" untuk di pancing, tapi tentunya harus mengikuti hukum adat yang berlaku. Karena Kalimantan bisa tetap di jaga karena masyarakat memegang teguh adat dan istiadatnya.
Wallahu Muafiq Ila aqwamithoriq 
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Senin, 07 Oktober 2019

Resume Sistematika Penulisan Skripsi Mahasiswa PAI/FTIK IAIN Pontianak

Nama : Rocy Wahyudi
NIM    : 11901283
Kelas  : PAI A semester 1

NILAI - NILAI PENDIDIKAN TOLERANSI ANTAR UMATA BERAGAMA DALAM SERIAL GONG XI FA CAI PADA FILM UPIN DAN IPIN KARYA MOH. NIZAM ABDUL RAZAK (PEMANFAATANNYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DILINGKUNGAN KELUARGA)

SKRIPSI

OLEH :

FIKRI KHOIROTUNNISA
NIM. 1121100027


  • MOTTO :

الْوَقْتُ سَيْفٌ فَإِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ
"Waktu itu mengatakan bagaikan pedang, Jika kamu tidak memanfaatkannya menggunakan untuk memotong, ia akan memotongnya (menggilasmu)".(H.R Muslim)

Orang gagal mencari-cari 'Alasan' untuk berhenti
Orang sukses berhenti mencari-cari 'Alasan' (Jsa Alamsyah)


  • ABSTRAK :  
          Fikri Khairotunnisa, Nilai-nilai pendidikan toleransi Antar umat Beragama dalam serial Gong Xi Fa Cai pada film Upin dan Ipin karya Moh. Nizam Abdul Raza, Skripsi, Pontianak : Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2016.
   Latar belakang penelitian ini ialah menganalisis nilai-nilai toleransi antar umat beragama yang terkandung dalam serial Gong Xi Fa Cai pada film Upin dan Ipin sebagai solusi bagi masyarakat multikultural. Adapun yang menjadi permasalahan adalah bagaimana konsep dan batasan toleransi antar umat beragama dalam serial Gong Xi Fa Cai dan bagaimana permanfaatannya dalam pendidikan agama islam di lingkungan keluarga.
     Peneliti menggunakan pendekatan pragmatis dengan teknik pengumpulan data yaitu melalui data primer data sekunder dan wawancara dan untuk sampai pada kesimpulan peneliti menggunakan metode Content Analisys

DAFTAR ISI

ABSTRAK..............................................................i
KATA PENGANTAR..............................................ii
UCAPAN TERIMAKASIH.....................................iv
DAFTAR ISI.........................................................vii
DAFTAR LABEL...................................................ix
DAFTAR GAMBAR...............................................x
DAFTAR LAMPIRAN...........................................xi

BAB I PENDAHULUAN
     A.Latar Belakang.............................................1
     B.Fokus Penelitian..........................................7
     C.Tujuan Penelitian.........................................8
     D.Manfaat Penelitian......................................8

BAB III NILAI PENDIDIKAN TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DALAM FILM UPIN DAN IPIN
     A.Penelitian Sejenis......................................10
     B.Kerangka Teori..........................................13
        1.Asas Toleransi Dalam Islam..................13
        2.Nilai Pendidikan Toleransi
           Dalam Islam............................................13
        3.Film sebagai Media Pendidikan Toleransi 
           Antar Umat Beragama............................28
        4.Gong Xi Fa Cai atau Imlek......................33

BAB III METODE PENELITIAN
     A.Jenis Penelitian.........................................35
     B.Pendidikan Penelitian...............................35
     C.Teknik Pengumpulan Data........................36
     D.Analisis Data..............................................37

BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN
     A.Profil Film Upin Dan Ipin...........................39
        1.Sejarah Film Upin dan Ipin.....................39
        2.Tokoh-Tokoh dalam serial
           Gong Xi Fa Cai.........................................42
        3.Sinopsis Serial Gong Xi Fa Cai...............45
     B.Deskripis Data
        1.Konsep Kehidupan Toleransi Antar
           Umat Beragama......................................47
        2.Batasan Dalam Bertoleransi Antar
           Umat Beragama......................................58
     C.Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Toleransi
         Antar Umat Beragama
         1.Konsep Kehidupan Ekonomi Toleransi
            Antar Umat Beragama Dalam Serial 
            Gong Xi Fa Cai........................................67
         2.Batasan-Batasan Toleransi Antar 
            Umat Beragama.................................... 72
         3.Pemanfaatan Film Upin dan Ipin Serial
            Gong Xi Fa Cai Dalam Pendidikan Agama
            Islam di Lingkungan Keluarga...............79
         4.Kelebihan dan Kekurangan Serial 
            Gong Xi Fa Cai pada Film
            Upin Dan Ipin..........................................85

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
     A.Kesimpulan................................................88
     B.Saran..........................................................89

DAFTAR PUSTAKA............................................91

LAMPIRAN.........................................................94

  • KUTIPAN
  1. Pada Surah Al-Baqarah (2):62 menurut imarah (dalam Abdullah Aly, 2011 : 120-121) ayat tersebut membuktikan bahwa Islam mengakui adanya keberagaman.
  2. Pada Pernyataan Dody S.Truan, 2013 dalam Al-Qur'an menegaskan mengenak batasan-batasan interaksi antar umat beragama dalam ruang lingkup makanan, ucapan, pernikahan, Pemilihan pemimpin atau pemilihan teman antar pemeluk yang berbeda agama.
  3. Menurut Heri Jauhari Muchtat, Sesuatu yang dianggap bernilai itu karena didalamnya mengandung unsur - unsur ilmu yang mejadi objek pertama dalam suatu pendidikan.
  4. Analisis ini berhubungan dengan komunikasi atau isi komunikasi karena kan Menurut Jalaludin Rakhmat, 1979 analisis ini digunakan untuk memperoleh keterangan dari isi komunikasi yang disampaikan.
  5. Toleransi yang ingin dibangun islam dalam hal ini adalah sikap untuk saling menghormati anta pemeluk agama yang berlainan tanpa mempercampurkan akidah. Karena persoalan akidah adalah sesuatu yang paling mendasar dalam setiap agama sehingga bukan menjadi wilayah untuk bertoleransi dalam arti saling melebur dan menyatu (Kementerian Agama RI, 2013:39)
  6. Toleransi menjadi peran sikap dalam menyikapi keberagaman ini, salah satunya ialah menyikapi perbedaan dalam beragama. (Choirul Mahfud, 2013:176)
  7. Media adalah sesuatu yang dapat digunak untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perharian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Arief S. Sadiman, 2008: 6-7).
  8. Menuru Burhan Nurgiyanto, 2007 adalah teknik penelitian untuk membuat inferensi-inferensi yang dapat ditiru (replicable). Dan Shahih data dengan memperhatikan konteksnya.
  9. tahun 1975 perihal seputar akidah, ibadah, sosial budaya, serta ijtima’. Setiap fatwa terdiri dari bahasan dengan sistematika penulisan yang seragam perihal fatwa. Yakni menimbang, memperhatikan, lalu memutuskan berupa ketetapan atau fatwa. (Ma'ruf Amin. dkk. 2011.)
  10. Sikap kelapangan dada dalam arti suka rukun dan damai kepada siapapun, membiarkan orang berpendapat atau berpendirian lain, tak mau menganggu kebebasan berfikir dan berkeyakinan lain, atau saling menghormati (Maman S. Mayana. 2005).

  • DAFTAR PUSTAKA
  1. Abdullah Aly. 2011. Pendidikan Islam Multikultural di Pesantren. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
  2. Dody S. Truna. 2013. Batas Toleransi dan Identitas Kelompok. Bandung: Kantor LPM UIN Sunan Gunung Djati.
  3. Heri Jauhari Muchtar. 2008. Fikih Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  4. Jalaluddin Rakhmat. 1979. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  5. Kementerian Agama RI. 2012. Hubungan antar Umat Beragama (Tafsir Al-Qur'an Tematik). Jakarta: Aku Bisa.
  6. Maman S. Mahayana. 2005. Jawaban Sastra Indonesia. Jakarta: Bening Publishing.
  7. Ma'ruf Amin, dkk. 2011. Himpunan Fatwa Majelis Ulama (MUI) Tahun 1975. Gapprint: Penerbit Erlangga.
  8. Choirul Mahfud. 2006. Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  9. Arief S. Sadiman, Dkk. 2008. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, Pemanfaatannya, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  10. Burhan Nurgiyanto. 2007. Metode Kualitatif: Aktualisasi Metodologi Kearah Ragam Varian Kontemporer. Jakarta: Raja Grafindo Persada.








Sabtu, 05 Oktober 2019

Observasi Lapangan

Nama : Rocy Wahyudi
NIM : 11901283
Program Studi : Pendidikan Agama Islam
Kelas : PAI A semester 1

Format : 
Alamat/Tempat pengambilan foto: Di kontrakan saya di Jalan Tanjung Raya 2 Gg.Amanah, Pontianak Timur
Waktu: Selasa, 1-10-2019, Pukul 14.33
Analisis: menurut saya diposter slogan itu terdapat beberapa kata yang tidak baku seperti kata "gak" seharusnya kata bakunya itu "tidak" dan kata "stupid" itu dalam bahasa Inggris sedangkan kata yang lain di slogan itu dalam Bahasa Indonesia jadi menurut saya kata itu diganti kata "Bodoh" karena dari kata lain semuanya Menggunakan bahasa Indonesia.
Sumber: kata "tidak" saya mendapatkannya dari buku EYD dan Kata "Bodoh" saya lihat dari kamus Bahasa Indonesia Dan Bahasa Inggris.

Format :
Alamat/Tempat pengambilan foto: Gg.Amanah Jalan Tanjung Raya 2, Pontianak Timur
Waktu: Selasa, 1-10-2019, Pukul 14.20
Analisis: menurut saya kata "SBR" tidak boleh disingkat karena kebanyakan orang atau masyarakat tidak mengetahui apa itu SBR dan seharunya itu "Star Borneo" agar pamasyarakat mudah mengetahui tentang spanduk tersebut.
Sumber: Kata "Star Borneo" saya lihat dari Google Maps.

Format :
Alamat/Tempat pengambilan foto: Didepan Gg. gajahmada 14, jalan. Gajah Mada
Waktu: Selasa, 1-10-2019, Pukul 14.15
Analisis: Menurut saya kata-kata yang ada pada spanduk tersebut kurang baik, karena setelah kata "Ke" lansung disebutkan nama tokonya, sebaiknya kata setelah kata "Ke" harus ditambahkan kata "Toko" agar para pembaca lebih mudah dalam memahami tulisan yang ada pada spanduk tersebut.     
Sumber: Kata "Toko" itu adalah menurut pendapat saya karena agar para pembaca lebih mudah memahami tulisan tersebut.

Format :
Alamat/Tempat pengambilan foto: Depan Gg. gajahmada 6, Jalan. GajahMada
Waktu: Selasa, 1-10-2019, Pukul 14.18
Analisis: Menurut saya ada kata yang tidak baku di spanduk tersebut yaitu kata "Bikin" seharusnya kata tersebut diganti dengan kata "Buat" dan kata "Duplikat" banyak orang tidak mengetahui apa itu duplikat, seharusnya diganti dengan kata "Salinan atau Tembusan"
Sumber: Kata "Buat" dan "Salinan atau Tembusan" saya lihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Format :
Alamat/Tempat pengambilan foto: Gg.Amanah, jalan. Tanjung Raya 2
Waktu: Selasa, 1-10-2019, pukul 10.20
Analisis: Menurut saya pada spanduk tersebut terdapat kata-kata yang tidak baku seperti kata "Pasang" seharusnya kata itu diganti dengan kata "Pemasangan"
Sumber: Kata "Pemasangan" saya lihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Format:
Alamat/Tempat pengambilan foto: Gg.Amanah, Jalan Tanjung Raya 2
Waktu: Selasa, 1-10-2019, Pukul 10.18
Analisis: Menurut saya pada Poster tersebut terdapat beberapa kata yang tidak baku contohnya seperti kata 'Jl' tidak boleh disingkat harus "Jalan".
Sumber: Kata Jalan saya lihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Format : 
 
Alamat/Tempat pengambilan foto: Gg.Amanah, Jalan Tanjung Raya 2, Pontianak Timur
Waktu: Selasa, 1-10-2019, pukul 14.27
Analisis: Menurut saya pada spanduk tersebut sangat jelas tapi karena ada kata yang tidak baku di kata kiloan, seharunya ditulis Kg, menurut saya.
Sumber: Kata Kg saya dapatkan mulai dari dulu saya menempuh pendidikan dari SD sudah ada tentang pelajaran Kg.

Format :
Alamat/Tempat pengambilan foto: Gg. amanah, Jalan Tanjung Raya 2, Pontianak Timur
Waktu: Selasa, 1-10-2019, pukul 14.39
Analisis: Menurut saya ada beberapa kata yang kurang dipahami oleh orang lain contohnya kata Mumtaz lebih baik itu ditulis dengan kata lainnya "Istimewa" agar orang lain atau pembaca lebih mudah memahami. 
Sumber: Kata Istimewa saya lihat Dari Google.

Format : 
Alamat/Tempat pengambilan foto: Gg. amanah, Jalan Tanjung Raya 2, Pontianak Timur
Waktu: Selasa, 1-10-2019, pukul 14.37
Analisis: Menurut saya pada spanduk tersebut terdapat kata yang kurang hurufnya dikata "Kemudahan" dispanduk tersebut dituliskan Kemudaha, jadi saran saya kepada yang membuat spanduk tersebut jika membuat sesuatu harus lebih teliliti lagi agar para pembaca mudah dalam memahaminya.
Sumber: saya sendiri.

Format : 
Alamat/Tempat pengambilan foto: Jalan gadjah mada Pontianak
Waktu: Rabu, 2-10-2019, pukul 10.45
Analisis: Menurut saya kata pada banner tersebut tidak ada yang salah, semuanya sudah benar.
Sumber: -

Senin, 16 September 2019

Pengalaman Berbahasa


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  Pelajaran bahasa Indonesia telah dikenalkan sejak dalam Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Dalam belajar berbahsa Indonesia, saya menemukan berbagai macam model cara mengajar oleh guru bahasa Indonesia itu sendiri. Dari yang menyenangkan, menakutkan, hingga membosankan. Ketika guru tersebut menyampaikan materi pelajaran dengan menyenangkan, pelajaran bahasa Indonesia itu akan terasa menyenangkan juga. seperti guru SMP saya. Beliau terkadang menggabungkan beberapa materi hingga membuat para siswanya tertarik pada pelajaran Bahasa Indonesia. Contohnya ketika ada materi drama dan puisi. Ketika itu beliau menyuruh siswanya membuat narasi drama dengan penulisan yang benar, memasukkan unsur musikalisasi puisi juga di dalamnya. Terasa mengasyikkan bukan. Dan beliau telah memilah mana yang sekiranya materi membosankan mana yang materi mengasyikkan. Minggu pertama kami diberi materi yang menyenangkan, sedangakan minggu kedua dengan materi yang sedikit munggakan otak untuk berfikir. Begitu seterusnya.
         Namun pada jenjang SMA, belajar bahasa Indonesia itu terasa sangat menjadi beban. Karena penyampaian materi yang terlalu monoton dan lebih banyak beliau yang menjelaskan tanpa melibatkan siswanya. Di SMA saya pun juga ada materi drama, namun drama itu terasa berjalan biasa saja dan bahkan terasa begitu formal.
Dan sekarang saya telah menjadi mahasiswa, dimana bahasa Indonesia tetap menjadi salah satu mata kuliah yang harus diikuti. Dalam perguruan tinggi ini nampaknya belajar berbahasa Indonesia akan terasa sangat berbeda. Kita akan lebih banyak berkecimpung dengan menulis. Menulis di blog, menulis makalah, proposal, dsb. 
       Belajar bahasa Indonesia yang notabennya adalah bahasa kita sendiri dari mulai SD hingga Perguruan Tinggi menghasilkan banyak manfaat. Dimana kita dapat memahami bahasa kita sendiri. Dari mulai membaca dengan benar, menulis dengan ejaan yang benar, dan menggunakannya dengan benar pula.

Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Senin, 09 September 2019

Sampan Bidar Elang Laut, Sungai Ayak 2 Dusun Tanjung

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Lomba Sampan Bidar sering kita lihat Dibeberapa daerah khususnya didaerah Kab.Sekadau yang selalu mengadakan Lomba Sampan bidar. Team Kami ELANG LAUT dari Sungai Ayak 2 Alhamdulillah sekarang sudah banyak dikenali banyak orang dan Alhamdulillah Beberapa pencapaian yang sudah Tim kami Raih dibeberapa Race Lomba sampan dan semua itu team kami raih karena adanya kekompakan dalam Team yang menjadikan Team kami Alhamdulillah bisa menjuarai dibeberapa race Di Kab. Sekadau.

Berikut Daftar Nama Pemain Team Sampan Bidar Elang Laut : 

  1. Solehudin
  2. Syahrul
  3. Riki Sulistiyadi
  4. Sahjoni
  5. Sukandy
  6. Hamdan
  7. Sulaiman
  8. Andi
Cadangan : 1. Eko Wahyudi
                      2. Kurnia Syahdan

Semoga Team Sampan Bidar Elang Laut bisa menjadi lebih Maju dengan Kekompakan Team, Salam Sampan Bidar Terimakasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Minggu, 08 September 2019

Sungai Ayak Kampung Kita

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sungai Ayak Adalah suatu desa yang berada di Kec. Belitang Hilir, Kab. Sekadau Kalimantan Barat. Sungai Ayak mempunyai banyak beragam Kebudayaan contohnya Adat istiadat disana dan beragam keindahan Wisata Alam disana seperti Air terjun sumpit, air terjun Menyumbung, Batu Empurut, Batu Engkudung dan masih banyak yang lainnya. Desa Sungai Ayak ini salah satu desa yang berada ditepian Sungai Kapuas Yang melintasi desa Sungai Ayak ini. Sungai Ayak terbagi dari beberapa desa seperti : Sungai Ayak 1, Sungai Ayak 2, Sungai Ayak 3, Sungai Ayak 4


Saya Rocy Wahyudi merupakan Warga Asli Sungai Ayak yang Alhamdulillah sekarang   
Menjadi Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Pontianak (IAIN PONTIANAK) suatu kebanggan bagi saya bisa menjadi Warga sungai Ayak yang bisa Menuntut ilmu di Kampus Islam Terbesar Di Kalimantan Barat ini dan semoga saya membanggakan orangtua dan keluarga saya Yang berada di Sungai Ayak dan bisa bermanfaat untuk Warga Sungai Ayak untuk lebih maju khususnya Islam di Sungai Ayak.

Mungkin Hanya itu yang bisa simpulkan tentang Desa Sungai Ayak, semoga bisa menjadi inspirasi warga Sungai Ayak untuk bisa Melestarikan Kebudayaan Kita di Sungai Ayak ini agar Desa kita Menjadi Desa yang maju dan Makmur

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh