Rabu, 21 April 2021

MANAJEMEN KELAS

Nama : Rocy wahyudi

Nim : 11901283

Kelas : Pai 4A

Makul : Magang 1


TUGAS HARIAN


MANAJEMEN KELAS

Manajemen

Berbicara mengenai manajemen, maka yang terlintas dipikiran adalah sebuah istilah yang berkaitanerat dengan kepemimpinan. Istilah management hampir pada semua literatur memberikanrumusan yang jelas mengenai apa yang dimaksud dengan manajemen tersebut .Suatu rumusan yang sering dikemukakan ialah bahwa manajemen adalah suatu prosespencapaian tujuan organisasi lewat usaha orang-orang lain. Dengan demikian manajeradalah orang yang senantiasa memikirkan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan organisasiThoha 1995, hal. 8) termasuk di dalam organisasi sebuah madrasah.

Selanjutnya secara etimologi kata manajemen berasal dari bahasa Inggris yaitu

”management” yang berarti “pengelolaan, ketatalaksanaan” (Djamarah dan Zain 2002, hal.196). Pada intinya manajemen merupakan usaha yang dilakukan secara serentak dansistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Sekarang, istilah manajemen digunakan pada hampir setiap bidang, termasuk pendidikan. Dalam dunia pendidikan istilah manajemen sering kita dengar, ternyatam manajemenmempunyai pengaruh yang besar bagi terselenggaranya suatu organisasip pendidikanuntuk mencapai hasil yang terbaik, yang diperoleh dari sumber daya yangd dimiliki Manajemen merupakan sesuatu yang amat bermakna dalam pendidikan menujup padaperubahan dan perbaikan. Dalam interaksi edukatif manajemen merupakan suatu prosesatau usaha yang dilakukan oleh seorang manajer untuk mencapai suatu tujuanberdasarkan sasaran.

Secarafundamental manajemen mempunyai fungsi perencanaan, organisasi,gerakan aksi, motivasi, penempatan, pengarahan, kontrol dan inovasi atau pengembangan.


Kelas

Secara sempit dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kelas berarti “ruang tempat belajar dimadrasah” (2005, hal. 529). Namun, “kelas bukan wujud ruangan tetapi sekelompokpeserta didik yang sedang belajar, kelompok orang yang sedang belajar dapat kerja dilaboratorium, lapangan olahraga, workshop dan lain-lain” (Aqib 2006 , hal. 12).

Senada dengan itu, Rusydie (2011, hal. 25) menyatakan kelas adalah “suatukelompok manusia yang akan melakukan kegiatan belajar bersama dengan mendapatpengajaran dari seorang guru”. Sebagaimana pengamat yang lain mengartikan istilah kelasdalam dua pemaknaan.

Pertama, kelas dalam arti sempit, yaitu berupa ruangan khusus, tempat sejumlahsiswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar-mengajar. Kelas dalam hal inimengandung sifat-sifat statis, karena sekadar menunjuk pada adanya pengelompokan siswaberdasarkan batas umur kronologis masing-masing.

Kedua, kelas dalam arti luas, yaitu masyarakat kecil yang secara dinamismenyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar secara kreatif untuk mencapai suatu tujuan.Jadi, dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan kelasadalah sekelompok orang yang belajar tentang materi tertentu dengan tempat juga tertentu


Manajemen Kelas

Manajemen kelas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005, hal. 708) adalah“manajemen untuk mencapai tujuan pengajaran di kelas”. Agar kelas teratur, maka perludimanage atau perlunya manajemen kelas. Manajemen kelas (Padmono 2011, hal. 12)adalah “upaya yang dilakukan penanggung-jawab kegiatan belajar mengajar agar dicapaikondisi optimal sehingga belajar mengajar berjalan seperti yang diharapkan. Pengelolaantersebut meliputi penyelenggaraan, pengurusan, dan ketatalaksanaan dalammenyelenggarakan kelasnya”. Dengan batasan tersebut, maka batasan lebih bersifat luwes.

Manajemen kelas ialah aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agarterpusat untuk kepentingan belajar kelas itu agar hasil belajar yang optimal dapatdicapai. Sumber-sumber pendidikan yang dimaksud ialah orang-orang yangmembantu para siswa belajar seperti instruktur, dan sebagainya, materi pelajaran,media belajar, lingkungan belajar, sarana atau fasilitas belajar, dan informasi yangbertalian dengan kelas itu. Sumber-sumber inilah yang dicari dan dipadukan untukkepentingan kelas itu (Pidarta 1990, hal. 5).

Jadi, dengan demikian manajemen kelas menunjukkan kepada kegiatan-kegiatanyang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar. Hal tersebut akan terjadi bila kita lebih dahulu menciptakan kebaikan agar untukmendapatkan kebaikan dari apa yang telah kita lakukan. Sebab, tidak menutupkemungkinan apa kita lakukan dengan terbaik akan berdampak baik terhadap apa yangakan kita lakukan.Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an surat ar-Rahman ayat 60

Yang artinya : 

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)”.

Suatuketerampilan bertindak seorang guru yang didasarkan kepada pengertian tentangsifat-sifat kelas dan kekuatan yang mendorong mereka bertindak. Guru ini berusaha memahamidan mendiagnosa situasi kelas, kemudian bertindak selektif serta kreatif untuk memperbaikikondisi, sehingga dapat diciptakan situasi belajar mengajar yang baik.

Tujuan Manajemen Kelas

Tujuan manajemen kelas pada umumnya bertujuan “untuk meningkatkan efektivitas danefesiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran” (Tim Guru 2009, hal. 111). Selain itu,untuk menciptakan lingkungan kelas yang aman dan tenang (Jones, 2012, hal. 60). Dengan demikiantujuan manajemen kelas pada hakekatnya menciptakan kondisi yang baik bagiterciptanya pembelajaran yang efektif


Aspek dan Fungsi Manajemen Kelas

Manajemen kelas ialah aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusatuntuk kepentingan belajar kelas itu agar hasil belajar yang optimal dapat dicapai. Sumber-sumber pendidikan yang dimaksud ialah orang-orang yang membantu para siswa belajar sepertiinstruktor, dan sebagainya, materi pelajaran, media belajar, lingkungan belajar, saranaatau fasilitas belajar, dan informasi yang bertalian dengan kelas itu. Sumber-sumber inilahyang dicari dan dipadukan untuk kepentingan kelas itu (Pidarta, 1990, hlm. 5).

Jadi, dengan demikian manajemen kelas menunjukkan kepada kegiatan-kegiatany yangmenciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya prosesb belajar Suatu keterampilan bertindak seorang guru yang didasarkan kepada pengertian tentangsifat-sifat kelas dan kekuatan yang mendorong mereka bertindak. Guru ini berusaha memahami dan mendiagnosa situasi kelas, kemudian bertindak selektif serta kreatif untuk memperbaikikondisi, sehingga dapat diciptakan situasi belajar mengajar yang baik.

Menurut Hadari Nawawi kelas dapat dipandang dari dua sudut, yaitu: Pertama,kkelasdalam arti sempit yakni ruangan yang dibatasi oleh dinding dan di tempati olehsejumlahsiswa berkumpul untuk mengikuti proses belajar-mengajar. Kedua kelas dalam rtiluas adalah suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat madrasahyang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan mengajar yang kreatif untuk mencapai tujuan

(Nawawi, hlm.116).Sementara menurut Suharsimi Arikunto kelas adalah sekelompok siswa pada waktuyang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama (1995, hlm. 17). Daribeberapa definisi di atas dapat difahami bahwa kelas merupakan tempat terjadinya interaksi edukatif antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan pengajaran.

Prinsip-prinsip dan Faktor-faktor dalam Manajemen Kelas

Secara umum faktor yang mempengaruhi manajemen kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu, faktor intern dan faktor ekstern siswa.” (Djamarah 2006, hal. 184). Faktor intern siswa berhubungan dengan problem emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian siswa dengan ciri-cirikhasnya masing-masing menyebabkan siswa berbeda dari siswa lainnya sacara individual. Perbedaan sacara individual ini dapat dilihat dari segi aspek yaitu perbedaanbiologis, intelektual, dan psikologis.

Faktor ekstern siswa terkait dengan problem suasana lingkungan belajar,

penempatan siswa, pengelompokan siswa, tempat duduk siswa, jumlah siswa, dane sebagainya Problem jumlah siswa di kelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah siswa di kelas, misalnya dua puluh orang ke atas akan cenderung lebih mudah terjadi konflik. Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa di kelas cenderung lebih kecil terjadi konflik.


Tujuan Manajemen Kelas 

Tujuan manajemen kelas pada umumnya bertujuan “untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi dalam pencapaian tujuan pembelajaran” (Tim Guru 2009, hal. 111). Selain itu,untuk menciptakan lingkungan kelas yang aman dan tenang (Jones, 2012, hal. 60). Dengan demikian tujuan manajemen kelas pada hakekatnya menciptakan kondisi yang baik bagit terciptanyapembelajaran yang efektif.

Tujuan manajemen kelas ada dua yang pertama adalah tujuan umum. Tujuan umumm manajemen kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas kelas bagi bermacam-macamkegiatan belajar mengajar agar tercapai hasil belajar yang baik.

Sedangkan tujuan manajemen kelas yang kedua adalah tujuan khusus.T Tujuankhusus manajemen kelas adalah mengembangkan kemampuan siswa bekerja,

belajar serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan. (Nawawi1989, hal 116).Pendekatan dan Pelaksanaan dalam Manajemen Kelas

Manajemen kelas bukanlah problem yang berdiri sendiri, tetapi terkait dengan berbagai Faktor Problema anak didik adalah faktor utama yang dilakukan guru tidak lain adalah untukmeningkatkan kegairahan siswa baik secara berkelompok maupun secara individual.

Keharmonisan hubungan guru dan anak didik, tingginya kerjasama diantara siswa tersimpul dalam bentuk interaksi. Lahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas (Rusydie 2011, hal. 48-55).

Pengaruh Manajemen Kelas dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Kelas

Pembelajaran yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh pembaharuan kurikulum,fasilitas yang tersedia, kepribadian guru yang simpatik, pembelajaran yang penuh kesan,wawasan pengetahuan guru yang luas tentang semua bidang, melainkan juga guru harus menguasaikiat memanejemeni kelas. Pemahamanakan prinsip-prinsip manajemen kelas ini penting dikuasai sebelum hal-halkhusus diketahui. Dengan dikuasainya prinsip-prinsip manajemen kelas, hal ini akanmenjadi filter-filter penyaring yang menghilangkan kekeliruan umum dari manajemen kelas

Manajemen kelas dapat mempengaruhi tingkat kualitas pembelajaran di kelas

karena manajemen kelas benar-benar akan mengelola susasana kelas menjadi sebaik mungkin agar siswa menjadi nyaman dan senang selama mengikuti proses belajar mengajar termasukkebersihan kelasnya, apalagi dalam agama Islam bersih merupakan bagian dari iman 

Bila kelas nyaman dan bersih, kualitas belajar siswa seperti pencapaian hasil yang optimaldan kompetensi dasar yang diharapkan dapat tercapai dengan baik dan memuaskan.

Selain itu, manajemen kelas juga akan menciptakan dan mempertahankan suasana kelas agarkegiatan mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

Di samping itu juga, dengan manajemen kelas tingkat daya serap materi yang telahd diajarkanguru akan lebih membekas dalam ingatan siswa karena adanya penguatan yang diberikanguru selama proses belajar mengajar berlangsung.

Manajemen kelas dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas karena situasi dankondisi kelas memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimalmungkin. Madrasah adalah tempat belajar bagi siswa, dan tugas guru adalah sebagian besar terjadi dalam kelas adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. Yang berhubungan dengan minat, kehendak, percakapan,kkegiatan-kegiatnmereka sekaligus berhubungan dengan sarana dan prasarana pengajaranya yangdigunakan dalam proses pembelajaran.

Kondisi belajar yang optimal dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan saranapengajaran serta mengendalikanya dalam situasi yang menyenangkan untuk mencapait tujuanpelajaran. Akan tetapi apabila terdapat kekurang serasian antara tugas, dan saranaa ataualat atau terputusnya keinginan dengan keinginan yang lain, antara kebutuhan danp pemenuhanyamaka akan terjadi gangguan terhadap proses pembelajaran. Baik gangguansifat sementara maupun sifat yang serius atau terus menerus, karena itu perlunya gurumengetahui bagaimana cara memanage kelas yang benar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar