Rabu, 23 Juni 2021

KURIKULUM

 

Nama : Rocy Wahyudi

Nim : 11901283

Kelas : PAI 4a

Makul : Magang 1

 

Bismillah.. Baik kali ini saya akan membahas materi tentang Kurikulum

Pengertian Kurikulum adalah kumpulan rencana, tujuan, materi pembelajaran, dan bahkan cara mengajar yang digunakan sebagai pedoman oleh para pengajar demi tercapainya tujuan akhir pembelajaran.

Secara etimologis, kurikulum berasal dari kata yang diambil dari Bahasa Yunani yaitu curir yang berarti “pelari", serta curere yang artinya “tempat berpacu". Istilah ini dahulunya digunakan dalam dunia olahraga Jika ditinjau dari segi istilah, kata kurikulum dapat diartikan sebagai suatu jarak yang harus ditempuh oleh seorang pelari agar dia bisa mendapatkan medali atau penghargaan lainnya.

Pengerttian kurikulum adalah sejumlah pengalaman pendidikan kebudayaan, sosial, olahraga, dan kesenian yang disediakan oleh sekolah bagi murid-murid di dalam dan di luar sekolah dengan maksud menolongnya untuk berkembang menyeluruh dalam segala segi dan merubah tingkah laku mereka sesuai dengan tujuan-tujuan pendidikan. (Dr. Addamardasyi dan Dr. Munir Kamil)

Sebagaimana diketahui sejak tahun 2013/2014, Indonesia mulai menerapkan Kurikulum 2013. Penerapan dilakukan bertahap sejalan dengan proses persiapan sekolah dan guru di seluruh Indonesia untuk dapat menerapkan Kurikulum 2013 secara optimal.

Kemudian, hal tersebut diadaptasi ke dalam dunia pendidikan menjadi sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari atau ditempuh oleh seorang peserta didik demi mendapatkan ijazah Secara terminologi, kurikulum berarti suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan secara sistematika atas dasar norma-norma yang berlaku dan dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi pendidik untuk mencapai tujuan pendidikan (Dakir, 2004: 3). Menurut Dakir kurikulum itu memuat semua program yang dijalankan untuk menunjang proses pembelajaran. Program yang dituangkan tidak terpancang dari segi administrasi saja tetapi menyangkut keseluruhan yang digunakan untuk proses pembelajaran. penghargaannya.

 

 

Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli

1. Undang-Undang No.20 Tahun 2003

“Seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu."

2. Prof. Dr. S. Nasution, M.A

Dalam bukunya yang bertajuk Kurikulum dan Pengajaran, beliau menyatakan bahwa kurikulum adalah serangkaian rencana yang disusun demi melancarkan proses belajar-mengajar.

Rencana tersebut dilakukan di bawah bimbingan dan tanggung jawab lembaga pendidikan dan para pengajar di lembaga tersebut.

3. Dr. H. Nana Sudjana

Dalam bukunya yang berjudul Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah, beliau berpendapat bahwa kurikulum merupakan kumpulan niat dan harapan yang teertuang dalam bentuk program pendidikan yang mana dilaksanakan oleh guru di sekolah.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa kurikulum juga merupakan alat atau saran yang dirumuskan demi tercapainya tujuan pendidikan melalui proses pengajaran.

Sebagai rangkaian rencana demi terwujudnya tujuan pendidikan, tentu kurikulum memiliki beberapa fungsi. Berikut adalah fungsi dari kurikulum.

1. Fungsi Penyesuaian
Kurikulum memiliki sifat mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam lingkungan yang cenderung dinamis.

2. Fungsi Integrasi
Kurikulum mampu menjadi alat pendidikan yang dapat membentuk pribadi-pribadi yang utuh serta berintegritas di masyarakat.

3. Fungsi Diferensiasi
Kurikulum merupakan alat pendidikan yang memperhatikan pelayanan kepada setiap peserta didik yang mana mereka memiliki perbedaan masing-masing yang patut untuk dihargai.

4. Fungsi Persiapan
Sebagai alat pendidikan, kurikulum berfungsi untuk membantu mempersiapkan peserta didik untuk dapat menuju ke jenjang pendidikan berikutnya, serta siap untuk hidup bermasyarakat apabila peserta didik tersebut tidak melanjutkan pendidikannya.

5. Fungsi Pemilihan
Kurikulum memfasilitasi para peserta didik dengan cara memberi mereka kesempatan untuk memilih program belajar yang sesuai dengan minat serta bakatnya.

6. Fungsi Diagnostik
Kurikulum berfungsi untuk memahami dan mengarahkan potensi dari seorang peserta didik agar dia dapat menggali terus potensinya dan memperbaiki kelemahannya.

Sedangkan untuk peserta didik, kurikulum berfungsi untuk membantu mereka agar dapat memahami materi dan melaksanakan proses pembelajaran dengan mudah, sehingga target pembelajaran dapat tercapai.

Selain itu, peserta didik juga diharapkan mendapatkan pengalaman baru yang bisa saja menjadi bekal di kehidupannya nanti.

Sebagai alat pendidikan, tentu kurikulum diciptakan bukan tanpa tujuan. Bahkan, kurikulum muncul dan terus berkembang agar dapat mencapai tujuan pendidikan.

Tujuan utama kurikulum adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat menjadi pribadi serta warga negara yang kreatif, inovatif, beriman, dan juga afektif ketika dia berada pada lingkungan masyarakat kelak.

Selain itu, kurikulum juga bertujuan untuk mendidik dan membimbing peserta didik agar dapat berkontribusi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara

Dalam praktiknya, kurikulum terdiri dari lima komponen antara lain sebagai berikut.

1. Tujuan Kurikulum

Setiap negara memahami betapa pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa. Maka dari itu, setiap negara merumuskan tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalui kurikulum.

Kurikulum di setiap negara berbeda-beda berdasarkan pada falsafah negara, keadaan sosial politik, serta sumber daya manusia dan alam yang terdapat pada negara tersebut.

Di Indonesia, tujuan pendidikan dirumuskan antara lain sebagai berikut.

  • Tujuan pendidikan dasar yang meletakkan fondasi dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan agar peserta didik dapat hidup mandiri dan siap mengikuti jenjang pendidikan lebih lanjut.
  • b. Tujuan pendidikan menengah, yaitu pendidikan yang meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan agar peserta didik dapat hidup mandiri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
  • 3. Tujuan pendidikan menengah kejuruan, yaitu pendidikan yang meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan sehingga dapat hidup mandiri dan dapat mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

2. Materi Kurikulum

Kurikulum mengandung materi yang berupa serangkaian bahan ajar yang akan digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan di negara tersebut.

Adapun kriteria dari materi tersebut adalah sebagai berikut.

  • Sesuai dengan perkembangan siswa serta bermakna bagi mereka.
  • Merupakan pengetahuan ilmiah yang dapat diuji kebenarannya.
  • Merupakan cerminan dari kenyataan nasional.
  • Penunjang tercapainya tujuan dari pendidikan.

3. Strategi Pembelajaran

Demi tercapainya tujuan pendidikan, strategi yang jitu sangat diperlukan. Strategi tersebut merujuk pada metode dan peralatan yang digunakan dalam proses belajar dan mengajar.

Strategi yang diterapkan pada suatu negara mungkin akan berbeda dengan negara yang lain bergantung pada beberapa faktor, seperti sumber daya alam dan manusia.

4. Organisasi Kurikulum

Munculnya berbagai pandangan para ahli mengenai kurikulum menjadikan keberagaman dalam hal mengorganisasikan kurikulum tersebut.

Keberagaman organisasi tersebut terbagi menjadi enam, antara lain adalah mata pelajaran terpisah, mata pelajaran berkorelasi, bidang studi, program yang berpusat pada anak, inti masalah, dan eclectic program.

5. Evaluasi

Evaluasi pada kurikulum ditujukan untuk memeriksa apakah kurikulum yang diterapkan tersebut efektif dan mampu mencapai tujuan pendidikan.

 

Akan tetapi, dari semua perbedaan tersebut, akhirnya dapat ditarik kesimpulan atas tiga konsep kurikulum antara lain sebagai berikut.

1. Kurikulum Sebagai Substansi

Kurikulum dianggap sebagai suatu rencana kegiatan belajar yang dilakukan siswa di sekolah. Kurikulum juga dianggap sebagai perangkat tujuan yang ingin dicapai.

Kurikulum juga dapat diartikan sebagai suatu dokumen yang merumuskan tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar dan mengajar, jadwal, serta evaluasi.

2. Kurikulum Sebagai Sistem

Kurikulum adalah bagian dari sistem pendidikan. Sistem yang berlaku dalam kurikulum terdiri dari struktur personalia dan prosedur kerja tentang cara menyusun suatu kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi, serta menyempurnakannya.

Hasil dari sistem tersebut adalah tersusunnya suatu kurikulum yang sesuai. Adapun fungsi dari sistem tersebut adalah untuk memelihara kurikulum yang tengah atau akan diterapkan agar tetap dinamis.

3. Kurikulum Sebagai Bidang Studi

Kurikulum sebagai bidang studi memiliki tujuan untuk mengembangkan ilmu tentang kurikulum beserta sistemnya.

Karena kurikulum bersifat dinamis, yaitu menyesuaikan dengan perkembangan zaman, tidak mengherankan jika kurikulum di Indonesia mengalami pergantian dari masa ke masa.

Kurikulum yang pertama di Indonesia disebut dengan Rentjana Pelajaran 1947 yang menekankan pada pembentukan karakter masyarakat Indonesia sebagai manusia yang merdeka dan berdaulat.

Kemudian, kurikulum tersebut disempurnakan oleh Rentjana Pelajaran Terurai 1952 yang mulai menerapkan seorang guru mengajarkan satu mata pelajaran.

Pada tahun 1964, kurikulum di Indonesia kembali disempurnakan dengan penekanan pada program Pancawardhana (pengembangan moral, kecerdasan, emosional, keterampilan, dan jasmani).

Pada tahun 1968, kurikulum di Indonesia mengalami perubahan kembali yang menekankan pada pembentukan manusia Pancasila sejati.

Pada tahun 1975, kurikulum yang baru pun menggantikan kurikulum 1968. Kurikulum yang baru ini dikenal dengan sebutan satuan pelajaran yang maksudnya adalah rencana pelajaran setiap satuan bahasan.

Kurikulum kembali mengalami pembaharuan di tahun 1984, 1994, 1999, 2004, 2006, dan yang terakhir di tahun 2013. Kurikulum 2013 atau yang biasa dikenal dengan K13 menitik beratkan pada tiga aspek, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan perilaku.

Perubahan bukan hanya ditemui pada cara penilaian dan penyajian nilai tersebut, tetapi juga pada materi pembelajaran.

Pengembangan Kurikulum 2013 mempertimbangkan aspek berikut.

a. Tantangan Internal

Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian Pendidikan.
Tantangan internal lainnya terkait dengan perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif.

 

b. Tantangan Eksternal

Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional.

 

c. Tuntutan kompetensi abad ke-21

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mempertimbangkan hal berikut, yaitu tuntutan kompetensi abad ke-21, pencapaian kompetensi berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills), penciptaan kesempatan kerja, peserta didik, dan dasar-dasar dan aspek akademik tentang kurikulum. Ciri Abad 21 antara lain:

 

Kehidupan dan Karir

 

• Berinisiatif dan mandiri

• Keterampilan sosial dan budaya

• Produktif dan akuntabel

• Kepemimpinan & tanggung jawab



Pembelajaran dan Inovasi

• Kreatif dan inovasi

• Berfikir kritis

• Komunikasi dan kolaborasi

 

Informasi, Media and Teknologi

• Melek informasi

• Melek Media

• Melek TIK

 

Rabu, 16 Juni 2021

STRATEGI PEMBELAJARAN

 

Nama : Rocy Wahyudi

Nim : 11901283

Kelas : 4a

Makul : Magang 1

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim, baiklah pada kesempatan kali ini saya akan membahas materi yang berjudul STRATEGI PEMBELAJARAN.

Strategi pembelajaran merupakan salah satu bahan mata kuliah untuk mahasiswa calon guru. Dikatakan hal itu karena dipandaang sangat bagi mahasiswa yang menjalaninya sebagai modal keilmuan dan ketrampilan dalam melaksanakan proses pembelajaran saat di kelas. Nah, pasti berhasil atau tidaknya pencapaian belajar anak didik amat tergantung dengan proses pembelajaran yang dilakukan antara anak didik dengan guru.

Dengan mengerti hakikat dari strategi pembelajaran atau teaching strategy, diharapkan guru sebagai pendidikan dan fasilitator pendidikan mampu menganalisa masalah-masalah yang ada serta menemukan berbagai inovasi dan meningkatkan kualitas dalam kegiatan belajar mengajarnya. 

Cropper (1998)

Pengertian strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. la menegaskan bahwa setiap tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik dalam kegiatan belajarnya harus dapat dipraktikkan.

Egger Kauchak dan Harder

Strategi pembelajaran menurut Kauchak dan Harder adalah jenis-jenis metode mengajar yang khusus direncanakan untuk mencapai tujuan khusus.

A.J. Romiszowski (1981)

Strategi pembelajaran adalah suatu pandangan umum tentang rangkaian tindakan yang diadaptasi dari perintah-perintah terpilih untuk metode pembelajaran.

Kemp (1995)

Pengertian strategi pembelajaran menurut Kemp adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran bisa dicapai secara efektif dan efisien.

Gerlach dan Ely (1990)

Pengertian strategi pembelajaran menurut Gerlach dan Ely adalah cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu yang terdiri atas sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa.

Gropper (1998)

Strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Mereka menegaskan bahwa setiap tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik dalam kegiatan belajarnya harus dapat dipraktekkan.

Gilistrap Martin Martinn

Arti strategi pembelajaran adalah pola ketrampilan dan perilaku guru yang dimaksudkan untuk menolong siswa mencapai tujuan pengajaran.

Dick dan Carey (1990)

Arti strategi Pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

Strategi pembelajaran bukan hanya sebatas pada prosedur atau tahapan kegiatan belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan materi atau paket program pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.

Hamzah B. Uno (2008)

Pengertian strategi pembelajaran menurut Hamzah B. Uno merupakan hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses pembelajaran.

Hilda Taba

Strategi pembelajaran yaitu urutan ataupun pola tingkah laku guru untuk bisa menampung semua variabel-variabel pembelajaran dengan sadar serta sistematis.

Raka Joni (1980)

Strategi pembelajaran adalah sebuah pola umum perbuatan guru siswa didalam perwujudan kegiatan belajar-mengajar yang menunjuk kepada karakteristik abstrak dari pada rentetan perbuatan guru-siswa tersebut.

Alim Sumarno (2011)

Alim Sumarno berpendapat strategi pembelajaran merupakan kegiatan yang sengaja dipilih oleh pengajar pada proses pembelajaran yang bertujuan untuk memberikan kemudahan fasilitas pada siswa atau pelajar supaya dapat mencapai pelajaran tertentu sesuai yang sudah ditetapkan.

J. R David (2008)

Dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

 

 Maka dari itu, perlu adanya strategi dapat membantu proses kelancaran belajar.

 

1.     Mengulas dari buku shihabuddin, bahwa strategi adalah cara atau usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Istilah strategi juga terdapat dalam beberapa konteks dengan makna yang berbeda. Sama seperti memiliki kemiripan dengan pendekatan, model, metode, ataupu  teknik pembelajaran. Dikutip pula dari beberapa para ahli, seperti halnya menurut Romiszowski mengatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan rancangan dan jalan kegiatan yang dilakukan untuk memilih metode pembelajaran. Sejalan dengan definisi tersebut, Worrel dan Stillwel juga mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah penerapan perencanaan sebuah metode pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Ada pula, strategi pembelajaran menurut Kemp adalah kegiatan belajar mengajar, ini berarti apa yang harus dikerjakan sebagai tenaga pendidik dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sacara efektif dan efisien. Dikemukakan juga oleh Suparman bahwa strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari alur kegiatan dan cara pengkondisian materi pelajaran, anak didik, media atau peralatan, bahan dan waktu yang digunakan ketika dalam proses pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan.

Nah, dari beberapa definisi teori di atas, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya hakikat strategi pembelajaran adalah salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang Guru selaku sebagai tenaga pendidik. Strategi pembelajaran merupakan rancangan dari sistem pembelajaran yang menjelaskan komponen umum dari suatu bahan pembelajaran dan alur yang telah ditentukan untuk mencapai hasil belajar yang baik.

2.     Apa saja Klasifikasi Strategi Pembelajaran?
Pada strategi pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam yaitu:

 

1. Strategi Pembelajaran Langsung (direct instruction)

Pada strategi ini merupakan pembelajaran yang banyak diarahkan oleh Guru. Strategi ini bersifat efektif untuk menentukan informasi atau membangun keterampilan tahap demi tahap. Biasanya, guru memberikan informasi tentang latar belakang, mendemonstrasikan keterampilan yang sedang diberikan kemudian memberikan waktu kepada peserta didik untuk dijadikan bahan latihan keterampilan tersebut dan menerima umpan balik apa yang anak didik lakukan. 

 

2. Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (indirect instruction)

Pada strategi ini umumnya diutamakan pada peserta didik walaupun strategi pembelajaran langsung dan tidak langsung dapat saling bergantung satu sama lain. Dalam strategi pembelajaran ini peranan guru yang biasanya disebut sebagai seorang penceramah bergeser menjadi fasilitator. Mengapa dikatakan seperti itu? Karena sebagai seorang guru harus dapat mengelola lingkungan belajar ketika di dalam kelas dan memberikan kesempatan kepada anak didik untuk ikut terlibat.

 

3. Strategi Pembelajaran Interaktif 

Dalam strategi pembelajaran interaktif lebih menekankan pada diskusi dan sharing antara guru dengan peserta didik. Karena dengan diskusi dan sharing dapat memberi kesempatan untuk peserta didik berkreasi terhadap gagasan, pendekatan, pengalaman dan pengetahuan serta dapat membentuk cara alternatif berpikir dan merasakan.

 

4. Strategi Pembelajaran Mandiri

Pembelajaran mandiri merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk inisiatif dari tiap individu, kemandirian, dan peningkatan diri. Sistem strategi ini berfokus pada perencanaan belajar mandiri oleh peserta didik namun tetap dengan bantu seorang guru. Maksud dari belajar mandiri ini dapat dilakukan dengan teman sebaya nya atau dibentuk menjadi bagian kelompok kecil.

Itulah beberapa bentuk dari klasifikasi strategi pembelajaran. Bukan hanya itu, dalam strategi pembelajaran juga terbagi beberapa bentuk setiap jajarannya. Seperti strategi pembelajaran langsung, strategi pembelajaran Inkuiri, Strategi pembelajaran Kooperatif, dan strategi pembelajaran menggunakan CTL (Contextual Teaching and Learning). 

Berbicara tentang strategi, salah satu penerapan pengetahuan yang dapat memudahkan anak didik dalam mencerna dan memahami materi yang diajarkan guru, namun terkadang masih ada guru atau tenaga pendidik yang mengeluh karena materi yang akan diajarkan terlalu panjang ataupun waktu yang kurang untuk bisa menerapkan semuanya. Serta, kurang pengaplikasian terhadap anak didik sehingga anak didik kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya untuk menyalurkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

 

Maka dari itu, guru harus dapat mempunyai kemampuan dan pemahaman dalam pengetahuan dan keterampilan yang lain seperti halnya kemampuan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang akan diajarkan, agar anak didik dapat benar-benar menangkap materi dan memahaminya dengan baik serta dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. 

Dengan pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) bila diterapkan ke dalam dunia pendidikan akan lebih efektif jika dilakukan dengan rancangan pemikiran belajar sosial. Karena dengan terkaitnya sosial dapat mengacu pada kebutuhan agar dapat terlibat dalam kegiatan yang mendukung interpersonal environment yakni suatu lingkungan yang bisa saja terjadi hubungan yang saling mengenal antara pribadi. 

 

Bagaimana penggunaan Strategi Pembelajaran Kooperatif ?

Pembelajaran Kooperatif secara bahasa memiliki arti belajar bersama antara dua orang atau lebih, sedangkan jika didefinisikan secara luas memiliki arti belajar bersama anar 4-5 orang, dimana tiap orang per kelompok memiliki tanggung jawab masing-masing sebagai bagian dari hasil yang mana tidak dapat dicapai dengan sendirinya tanpa adanya kerjasama dalam kelompok. Dengan maksud bahwa setiap anggota saling membutuhkan satu sama lain.

 

Dan maksud dari interpersonal environment tiap individu harus dapat menjadi bagian yang efektif untuk bisa memberikan antisipasi dan para peserta didik dituntun untuk dapat belajar mempraktikkan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki dalam kelompok sosial yang dibentuk. Dengan kata lain harus dapat mengatur skill interpersonal bila terjadi interpersonal environment. Sedangkan memicu pada studi sosial yang yang terkait dengan pembelajaran ini memiliki peranan yang cukup penting dalam membentuk suatu individu yang dapat berpatisipasi dan memberikan antisipasinya pada masyarakat dan bangsa, dimana sebuah kelangsungan hidup dan peningkatan pribadi terbentuk. 

 

Jika tidak adanya keeja sama antara orang lain yang efektif, maka akan mendapat kesulitan bila dilakukan. Dalam suatu komunitas, masyarakat maupun bangsa tidak dapat berkembang secara cepat apabila dari setiap individu itu tidak mempunyai keterkaitan kemampuan untuk bekerja sama dengan sesama individu. Maka dari itu, sebagai seorang guru mempunyai tanggung jawab dalam membantu anak didiknya untuk dapat memiliki kemampuan dalam bekerja sama dan berpatisipasi secara efektif ketika dalam kehidupan masyarakat. 

 

Dalam strategi pembelajaran Kooperatif terdapat beberapa langkah untuk dapat diterapkan ketika dalam proses belajar menurut Peter G dan Lorna K, yaitu:

1.     Menentukan tujuan pembelajaran dan jenis aktifitas yang sesuai dengan peserta didik. Kemudian memberikan pernghargaan setelah selesai belajar kelompok dan memberikan sesuai kebutuhan anak didik. 

2.     Pembentukan komposisi kelompok

3.     Melakukan kerja sama yang efektif

4.     Menetapkan peraturan dalam perilaku yang dapat diterima dan tidak dalam kelompok

5.     Memberikan umpan balik dalam periode percoban dan kualitas kelompok

6.     Memberikan kesempatan mendapat bantuan dari seorang guru jika memiliki permasalahan saat hal yang dibutuhkan.

7.     Melakukan evaluasi ketika telah melakukan penerapan terhadap prosedur pembelajaran.