Nama : Rocy Wahyudi
Nim : 11901283
Kelas : 4a
Makul : Magang 1
Bismillaahirrohmaanirrohiim,
baiklah pada kesempatan kali ini saya akan membahas materi yang berjudul STRATEGI
PEMBELAJARAN.
Strategi pembelajaran merupakan
salah satu bahan mata kuliah untuk mahasiswa calon guru. Dikatakan hal itu
karena dipandaang sangat bagi mahasiswa yang menjalaninya sebagai modal
keilmuan dan ketrampilan dalam melaksanakan proses pembelajaran saat di kelas.
Nah, pasti berhasil atau tidaknya pencapaian belajar anak didik amat tergantung
dengan proses pembelajaran yang dilakukan antara anak didik dengan guru.
Dengan mengerti hakikat dari strategi pembelajaran atau teaching
strategy, diharapkan guru sebagai pendidikan dan fasilitator pendidikan mampu
menganalisa masalah-masalah yang ada serta menemukan berbagai inovasi dan
meningkatkan kualitas dalam kegiatan belajar mengajarnya.
Cropper (1998)
Pengertian strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas
berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai. la menegaskan bahwa setiap tingkah laku yang diharapkan dapat
dicapai oleh peserta didik dalam kegiatan belajarnya harus dapat dipraktikkan.
Egger Kauchak dan
Harder
Strategi pembelajaran menurut Kauchak dan Harder adalah
jenis-jenis metode mengajar yang khusus direncanakan untuk mencapai tujuan
khusus.
A.J. Romiszowski
(1981)
Strategi pembelajaran adalah suatu pandangan umum tentang
rangkaian tindakan yang diadaptasi dari perintah-perintah terpilih untuk metode
pembelajaran.
Kemp (1995)
Pengertian strategi pembelajaran menurut Kemp adalah suatu
kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan
pembelajaran bisa dicapai secara efektif dan efisien.
Gerlach dan Ely (1990)
Pengertian strategi pembelajaran menurut Gerlach dan Ely adalah
cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan
pembelajaran tertentu yang terdiri atas sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang
dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa.
Gropper (1998)
Strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis
latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Mereka menegaskan bahwa setiap tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai oleh
peserta didik dalam kegiatan belajarnya harus dapat dipraktekkan.
Gilistrap Martin Martinn
Arti strategi pembelajaran adalah pola ketrampilan dan perilaku
guru yang dimaksudkan untuk menolong siswa mencapai tujuan pengajaran.
Dick dan Carey (1990)
Arti strategi Pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi
pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang digunakan oleh
guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Strategi pembelajaran bukan hanya sebatas pada prosedur atau
tahapan kegiatan belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan materi atau
paket program pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.
Hamzah B. Uno (2008)
Pengertian strategi pembelajaran menurut Hamzah B. Uno merupakan
hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses pembelajaran.
Hilda Taba
Strategi pembelajaran yaitu urutan ataupun pola tingkah laku
guru untuk bisa menampung semua variabel-variabel pembelajaran dengan sadar
serta sistematis.
Raka Joni (1980)
Strategi pembelajaran adalah sebuah pola umum perbuatan guru
siswa didalam perwujudan kegiatan belajar-mengajar yang menunjuk kepada
karakteristik abstrak dari pada rentetan perbuatan guru-siswa tersebut.
Alim Sumarno (2011)
Alim Sumarno berpendapat strategi pembelajaran merupakan
kegiatan yang sengaja dipilih oleh pengajar pada proses pembelajaran yang
bertujuan untuk memberikan kemudahan fasilitas pada siswa atau pelajar supaya
dapat mencapai pelajaran tertentu sesuai yang sudah ditetapkan.
J. R David (2008)
Dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan.
Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang
rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Maka dari itu, perlu adanya strategi dapat
membantu proses kelancaran belajar.
1.
Mengulas dari buku
shihabuddin, bahwa strategi adalah cara atau usaha yang dilakukan untuk
mencapai suatu tujuan. Istilah strategi juga terdapat dalam beberapa konteks
dengan makna yang berbeda. Sama seperti memiliki kemiripan dengan pendekatan,
model, metode, ataupu teknik pembelajaran. Dikutip pula dari beberapa
para ahli, seperti halnya menurut Romiszowski mengatakan bahwa strategi
pembelajaran merupakan rancangan dan jalan kegiatan yang dilakukan untuk
memilih metode pembelajaran. Sejalan dengan definisi tersebut, Worrel dan
Stillwel juga mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah penerapan
perencanaan sebuah metode pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Ada pula, strategi pembelajaran menurut Kemp adalah kegiatan belajar mengajar,
ini berarti apa yang harus dikerjakan sebagai tenaga pendidik dan siswa agar
tujuan pembelajaran dapat dicapai sacara efektif dan efisien. Dikemukakan juga
oleh Suparman bahwa strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari alur
kegiatan dan cara pengkondisian materi pelajaran, anak didik, media atau
peralatan, bahan dan waktu yang digunakan ketika dalam proses pembelajaran
untuk mencapai suatu tujuan.
Nah, dari beberapa definisi teori di atas, dapat disimpulkan bahwa pada
dasarnya hakikat strategi pembelajaran adalah salah satu keterampilan yang
harus dimiliki oleh seorang Guru selaku sebagai tenaga pendidik. Strategi
pembelajaran merupakan rancangan dari sistem pembelajaran yang menjelaskan
komponen umum dari suatu bahan pembelajaran dan alur yang telah ditentukan
untuk mencapai hasil belajar yang baik.
2.
Apa saja Klasifikasi
Strategi Pembelajaran?
Pada strategi pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam yaitu:
1. Strategi Pembelajaran Langsung (direct
instruction)
Pada strategi ini merupakan pembelajaran yang
banyak diarahkan oleh Guru. Strategi ini bersifat efektif untuk menentukan
informasi atau membangun keterampilan tahap demi tahap. Biasanya, guru
memberikan informasi tentang latar belakang, mendemonstrasikan keterampilan
yang sedang diberikan kemudian memberikan waktu kepada peserta didik untuk
dijadikan bahan latihan keterampilan tersebut dan menerima umpan balik apa yang
anak didik lakukan.
2. Strategi Pembelajaran Tidak Langsung
(indirect instruction)
Pada strategi ini umumnya diutamakan pada peserta
didik walaupun strategi pembelajaran langsung dan tidak langsung dapat saling
bergantung satu sama lain. Dalam strategi pembelajaran ini peranan guru yang
biasanya disebut sebagai seorang penceramah bergeser menjadi fasilitator.
Mengapa dikatakan seperti itu? Karena sebagai seorang guru harus dapat
mengelola lingkungan belajar ketika di dalam kelas dan memberikan kesempatan
kepada anak didik untuk ikut terlibat.
3. Strategi Pembelajaran Interaktif
Dalam strategi pembelajaran interaktif lebih
menekankan pada diskusi dan sharing antara guru dengan peserta didik. Karena
dengan diskusi dan sharing dapat memberi kesempatan untuk peserta didik
berkreasi terhadap gagasan, pendekatan, pengalaman dan pengetahuan serta dapat
membentuk cara alternatif berpikir dan merasakan.
4. Strategi Pembelajaran Mandiri
Pembelajaran mandiri merupakan strategi
pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk inisiatif dari tiap individu,
kemandirian, dan peningkatan diri. Sistem strategi ini berfokus pada
perencanaan belajar mandiri oleh peserta didik namun tetap dengan bantu seorang
guru. Maksud dari belajar mandiri ini dapat dilakukan dengan teman sebaya nya
atau dibentuk menjadi bagian kelompok kecil.
Itulah beberapa bentuk dari klasifikasi strategi
pembelajaran. Bukan hanya itu, dalam strategi pembelajaran juga terbagi
beberapa bentuk setiap jajarannya. Seperti strategi pembelajaran langsung,
strategi pembelajaran Inkuiri, Strategi pembelajaran Kooperatif, dan strategi
pembelajaran menggunakan CTL (Contextual Teaching and Learning).
Berbicara tentang strategi, salah satu penerapan
pengetahuan yang dapat memudahkan anak didik dalam mencerna dan memahami materi
yang diajarkan guru, namun terkadang masih ada guru atau tenaga pendidik yang
mengeluh karena materi yang akan diajarkan terlalu panjang ataupun waktu yang
kurang untuk bisa menerapkan semuanya. Serta, kurang pengaplikasian terhadap
anak didik sehingga anak didik kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan
berpikirnya untuk menyalurkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Maka dari itu, guru harus dapat mempunyai
kemampuan dan pemahaman dalam pengetahuan dan keterampilan yang lain seperti
halnya kemampuan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan
materi yang akan diajarkan, agar anak didik dapat benar-benar menangkap materi
dan memahaminya dengan baik serta dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan
sehari-hari.
Dengan pembelajaran Kooperatif (Cooperative
Learning) bila diterapkan ke dalam dunia pendidikan akan lebih efektif jika
dilakukan dengan rancangan pemikiran belajar sosial. Karena dengan terkaitnya
sosial dapat mengacu pada kebutuhan agar dapat terlibat dalam kegiatan yang
mendukung interpersonal environment yakni suatu lingkungan yang bisa saja
terjadi hubungan yang saling mengenal antara pribadi.
Bagaimana penggunaan Strategi Pembelajaran
Kooperatif ?
Pembelajaran Kooperatif secara bahasa memiliki
arti belajar bersama antara dua orang atau lebih, sedangkan jika didefinisikan
secara luas memiliki arti belajar bersama anar 4-5 orang, dimana tiap orang per
kelompok memiliki tanggung jawab masing-masing sebagai bagian dari hasil yang
mana tidak dapat dicapai dengan sendirinya tanpa adanya kerjasama dalam
kelompok. Dengan maksud bahwa setiap anggota saling membutuhkan satu sama lain.
Dan maksud dari interpersonal environment tiap
individu harus dapat menjadi bagian yang efektif untuk bisa memberikan
antisipasi dan para peserta didik dituntun untuk dapat belajar mempraktikkan
pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki dalam kelompok sosial yang dibentuk.
Dengan kata lain harus dapat mengatur skill interpersonal bila terjadi
interpersonal environment. Sedangkan memicu pada studi sosial yang yang terkait
dengan pembelajaran ini memiliki peranan yang cukup penting dalam membentuk
suatu individu yang dapat berpatisipasi dan memberikan antisipasinya pada
masyarakat dan bangsa, dimana sebuah kelangsungan hidup dan peningkatan pribadi
terbentuk.
Jika tidak adanya keeja sama antara orang lain
yang efektif, maka akan mendapat kesulitan bila dilakukan. Dalam suatu
komunitas, masyarakat maupun bangsa tidak dapat berkembang secara cepat apabila
dari setiap individu itu tidak mempunyai keterkaitan kemampuan untuk bekerja
sama dengan sesama individu. Maka dari itu, sebagai seorang guru mempunyai
tanggung jawab dalam membantu anak didiknya untuk dapat memiliki kemampuan
dalam bekerja sama dan berpatisipasi secara efektif ketika dalam kehidupan
masyarakat.
Dalam strategi pembelajaran Kooperatif terdapat
beberapa langkah untuk dapat diterapkan ketika dalam proses belajar menurut
Peter G dan Lorna K, yaitu:
1.
Menentukan tujuan
pembelajaran dan jenis aktifitas yang sesuai dengan peserta didik. Kemudian
memberikan pernghargaan setelah selesai belajar kelompok dan memberikan sesuai
kebutuhan anak didik.
2.
Pembentukan komposisi
kelompok
3.
Melakukan kerja sama
yang efektif
4.
Menetapkan peraturan
dalam perilaku yang dapat diterima dan tidak dalam kelompok
5.
Memberikan umpan balik
dalam periode percoban dan kualitas kelompok
6.
Memberikan kesempatan
mendapat bantuan dari seorang guru jika memiliki permasalahan saat hal yang
dibutuhkan.
7.
Melakukan evaluasi
ketika telah melakukan penerapan terhadap prosedur pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar