Rabu, 16 Juni 2021

STRATEGI PEMBELAJARAN

 

Nama : Rocy Wahyudi

Nim : 11901283

Kelas : 4a

Makul : Magang 1

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim, baiklah pada kesempatan kali ini saya akan membahas materi yang berjudul STRATEGI PEMBELAJARAN.

Strategi pembelajaran merupakan salah satu bahan mata kuliah untuk mahasiswa calon guru. Dikatakan hal itu karena dipandaang sangat bagi mahasiswa yang menjalaninya sebagai modal keilmuan dan ketrampilan dalam melaksanakan proses pembelajaran saat di kelas. Nah, pasti berhasil atau tidaknya pencapaian belajar anak didik amat tergantung dengan proses pembelajaran yang dilakukan antara anak didik dengan guru.

Dengan mengerti hakikat dari strategi pembelajaran atau teaching strategy, diharapkan guru sebagai pendidikan dan fasilitator pendidikan mampu menganalisa masalah-masalah yang ada serta menemukan berbagai inovasi dan meningkatkan kualitas dalam kegiatan belajar mengajarnya. 

Cropper (1998)

Pengertian strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. la menegaskan bahwa setiap tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik dalam kegiatan belajarnya harus dapat dipraktikkan.

Egger Kauchak dan Harder

Strategi pembelajaran menurut Kauchak dan Harder adalah jenis-jenis metode mengajar yang khusus direncanakan untuk mencapai tujuan khusus.

A.J. Romiszowski (1981)

Strategi pembelajaran adalah suatu pandangan umum tentang rangkaian tindakan yang diadaptasi dari perintah-perintah terpilih untuk metode pembelajaran.

Kemp (1995)

Pengertian strategi pembelajaran menurut Kemp adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran bisa dicapai secara efektif dan efisien.

Gerlach dan Ely (1990)

Pengertian strategi pembelajaran menurut Gerlach dan Ely adalah cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu yang terdiri atas sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa.

Gropper (1998)

Strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Mereka menegaskan bahwa setiap tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik dalam kegiatan belajarnya harus dapat dipraktekkan.

Gilistrap Martin Martinn

Arti strategi pembelajaran adalah pola ketrampilan dan perilaku guru yang dimaksudkan untuk menolong siswa mencapai tujuan pengajaran.

Dick dan Carey (1990)

Arti strategi Pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

Strategi pembelajaran bukan hanya sebatas pada prosedur atau tahapan kegiatan belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan materi atau paket program pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.

Hamzah B. Uno (2008)

Pengertian strategi pembelajaran menurut Hamzah B. Uno merupakan hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses pembelajaran.

Hilda Taba

Strategi pembelajaran yaitu urutan ataupun pola tingkah laku guru untuk bisa menampung semua variabel-variabel pembelajaran dengan sadar serta sistematis.

Raka Joni (1980)

Strategi pembelajaran adalah sebuah pola umum perbuatan guru siswa didalam perwujudan kegiatan belajar-mengajar yang menunjuk kepada karakteristik abstrak dari pada rentetan perbuatan guru-siswa tersebut.

Alim Sumarno (2011)

Alim Sumarno berpendapat strategi pembelajaran merupakan kegiatan yang sengaja dipilih oleh pengajar pada proses pembelajaran yang bertujuan untuk memberikan kemudahan fasilitas pada siswa atau pelajar supaya dapat mencapai pelajaran tertentu sesuai yang sudah ditetapkan.

J. R David (2008)

Dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

 

 Maka dari itu, perlu adanya strategi dapat membantu proses kelancaran belajar.

 

1.     Mengulas dari buku shihabuddin, bahwa strategi adalah cara atau usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Istilah strategi juga terdapat dalam beberapa konteks dengan makna yang berbeda. Sama seperti memiliki kemiripan dengan pendekatan, model, metode, ataupu  teknik pembelajaran. Dikutip pula dari beberapa para ahli, seperti halnya menurut Romiszowski mengatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan rancangan dan jalan kegiatan yang dilakukan untuk memilih metode pembelajaran. Sejalan dengan definisi tersebut, Worrel dan Stillwel juga mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah penerapan perencanaan sebuah metode pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Ada pula, strategi pembelajaran menurut Kemp adalah kegiatan belajar mengajar, ini berarti apa yang harus dikerjakan sebagai tenaga pendidik dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai sacara efektif dan efisien. Dikemukakan juga oleh Suparman bahwa strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari alur kegiatan dan cara pengkondisian materi pelajaran, anak didik, media atau peralatan, bahan dan waktu yang digunakan ketika dalam proses pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan.

Nah, dari beberapa definisi teori di atas, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya hakikat strategi pembelajaran adalah salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang Guru selaku sebagai tenaga pendidik. Strategi pembelajaran merupakan rancangan dari sistem pembelajaran yang menjelaskan komponen umum dari suatu bahan pembelajaran dan alur yang telah ditentukan untuk mencapai hasil belajar yang baik.

2.     Apa saja Klasifikasi Strategi Pembelajaran?
Pada strategi pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam yaitu:

 

1. Strategi Pembelajaran Langsung (direct instruction)

Pada strategi ini merupakan pembelajaran yang banyak diarahkan oleh Guru. Strategi ini bersifat efektif untuk menentukan informasi atau membangun keterampilan tahap demi tahap. Biasanya, guru memberikan informasi tentang latar belakang, mendemonstrasikan keterampilan yang sedang diberikan kemudian memberikan waktu kepada peserta didik untuk dijadikan bahan latihan keterampilan tersebut dan menerima umpan balik apa yang anak didik lakukan. 

 

2. Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (indirect instruction)

Pada strategi ini umumnya diutamakan pada peserta didik walaupun strategi pembelajaran langsung dan tidak langsung dapat saling bergantung satu sama lain. Dalam strategi pembelajaran ini peranan guru yang biasanya disebut sebagai seorang penceramah bergeser menjadi fasilitator. Mengapa dikatakan seperti itu? Karena sebagai seorang guru harus dapat mengelola lingkungan belajar ketika di dalam kelas dan memberikan kesempatan kepada anak didik untuk ikut terlibat.

 

3. Strategi Pembelajaran Interaktif 

Dalam strategi pembelajaran interaktif lebih menekankan pada diskusi dan sharing antara guru dengan peserta didik. Karena dengan diskusi dan sharing dapat memberi kesempatan untuk peserta didik berkreasi terhadap gagasan, pendekatan, pengalaman dan pengetahuan serta dapat membentuk cara alternatif berpikir dan merasakan.

 

4. Strategi Pembelajaran Mandiri

Pembelajaran mandiri merupakan strategi pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk inisiatif dari tiap individu, kemandirian, dan peningkatan diri. Sistem strategi ini berfokus pada perencanaan belajar mandiri oleh peserta didik namun tetap dengan bantu seorang guru. Maksud dari belajar mandiri ini dapat dilakukan dengan teman sebaya nya atau dibentuk menjadi bagian kelompok kecil.

Itulah beberapa bentuk dari klasifikasi strategi pembelajaran. Bukan hanya itu, dalam strategi pembelajaran juga terbagi beberapa bentuk setiap jajarannya. Seperti strategi pembelajaran langsung, strategi pembelajaran Inkuiri, Strategi pembelajaran Kooperatif, dan strategi pembelajaran menggunakan CTL (Contextual Teaching and Learning). 

Berbicara tentang strategi, salah satu penerapan pengetahuan yang dapat memudahkan anak didik dalam mencerna dan memahami materi yang diajarkan guru, namun terkadang masih ada guru atau tenaga pendidik yang mengeluh karena materi yang akan diajarkan terlalu panjang ataupun waktu yang kurang untuk bisa menerapkan semuanya. Serta, kurang pengaplikasian terhadap anak didik sehingga anak didik kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya untuk menyalurkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

 

Maka dari itu, guru harus dapat mempunyai kemampuan dan pemahaman dalam pengetahuan dan keterampilan yang lain seperti halnya kemampuan menerapkan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang akan diajarkan, agar anak didik dapat benar-benar menangkap materi dan memahaminya dengan baik serta dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. 

Dengan pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) bila diterapkan ke dalam dunia pendidikan akan lebih efektif jika dilakukan dengan rancangan pemikiran belajar sosial. Karena dengan terkaitnya sosial dapat mengacu pada kebutuhan agar dapat terlibat dalam kegiatan yang mendukung interpersonal environment yakni suatu lingkungan yang bisa saja terjadi hubungan yang saling mengenal antara pribadi. 

 

Bagaimana penggunaan Strategi Pembelajaran Kooperatif ?

Pembelajaran Kooperatif secara bahasa memiliki arti belajar bersama antara dua orang atau lebih, sedangkan jika didefinisikan secara luas memiliki arti belajar bersama anar 4-5 orang, dimana tiap orang per kelompok memiliki tanggung jawab masing-masing sebagai bagian dari hasil yang mana tidak dapat dicapai dengan sendirinya tanpa adanya kerjasama dalam kelompok. Dengan maksud bahwa setiap anggota saling membutuhkan satu sama lain.

 

Dan maksud dari interpersonal environment tiap individu harus dapat menjadi bagian yang efektif untuk bisa memberikan antisipasi dan para peserta didik dituntun untuk dapat belajar mempraktikkan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki dalam kelompok sosial yang dibentuk. Dengan kata lain harus dapat mengatur skill interpersonal bila terjadi interpersonal environment. Sedangkan memicu pada studi sosial yang yang terkait dengan pembelajaran ini memiliki peranan yang cukup penting dalam membentuk suatu individu yang dapat berpatisipasi dan memberikan antisipasinya pada masyarakat dan bangsa, dimana sebuah kelangsungan hidup dan peningkatan pribadi terbentuk. 

 

Jika tidak adanya keeja sama antara orang lain yang efektif, maka akan mendapat kesulitan bila dilakukan. Dalam suatu komunitas, masyarakat maupun bangsa tidak dapat berkembang secara cepat apabila dari setiap individu itu tidak mempunyai keterkaitan kemampuan untuk bekerja sama dengan sesama individu. Maka dari itu, sebagai seorang guru mempunyai tanggung jawab dalam membantu anak didiknya untuk dapat memiliki kemampuan dalam bekerja sama dan berpatisipasi secara efektif ketika dalam kehidupan masyarakat. 

 

Dalam strategi pembelajaran Kooperatif terdapat beberapa langkah untuk dapat diterapkan ketika dalam proses belajar menurut Peter G dan Lorna K, yaitu:

1.     Menentukan tujuan pembelajaran dan jenis aktifitas yang sesuai dengan peserta didik. Kemudian memberikan pernghargaan setelah selesai belajar kelompok dan memberikan sesuai kebutuhan anak didik. 

2.     Pembentukan komposisi kelompok

3.     Melakukan kerja sama yang efektif

4.     Menetapkan peraturan dalam perilaku yang dapat diterima dan tidak dalam kelompok

5.     Memberikan umpan balik dalam periode percoban dan kualitas kelompok

6.     Memberikan kesempatan mendapat bantuan dari seorang guru jika memiliki permasalahan saat hal yang dibutuhkan.

7.     Melakukan evaluasi ketika telah melakukan penerapan terhadap prosedur pembelajaran. 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar